Kotabaru — Insiden kecelakaan kerja berupa ledakan terjadi di Pabrik Pornis PT Sebuku Feroaloy Perkasa (SFP) yang berlokasi di Desa Serakaman, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh orang pekerja mengalami luka-luka, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang mengalami luka berat.
Korban luka berat diketahui bernama Xu Liodong (39), WNA asal China dengan nomor paspor EN86845645. Ia mengalami luka bakar di bagian punggung serta sebagian jari tangan kanan terputus akibat terkena material panas saat ledakan terjadi. Sementara enam korban lainnya merupakan pekerja lokal PT SFP yang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda-beda, termasuk satu korban yang mengalami patah tangan sebelah kanan.
Keenam korban lainnya masing-masing adalah Sapruddin (44), petugas keamanan PT SFP, Dapil Padlan (41), Suriansyah (20), Jakirul Fahmi (25), Rahmadi (22), serta M. Padi Rahmadani (23) yang bekerja sebagai mekanik. Para korban mengalami luka bakar pada punggung, tangan, kaki, hingga jari, dan segera mendapatkan penanganan medis pascakejadian.
Berdasarkan keterangan awal, insiden tersebut bermula saat proses produksi biji besi mengalami gangguan pada sistem pembuangan limbah atau slag. Kegagalan sistem penyaluran slag dari tungku corong menuju kolam pendingin menyebabkan slag cair bersentuhan langsung dengan air pendingin. Kontak tersebut memicu ledakan yang disertai lontaran material panas ke area kerja dan mengenai para pekerja yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Akibat insiden ini, tiga pekerja dilaporkan mengalami luka berat, sementara empat lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
PT Sebuku Feroaloy Perkasa sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan logam di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, serta diketahui merupakan afiliasi dari SILO Group. Hingga saat ini, pihak perusahaan bersama instansi terkait masih melakukan evaluasi dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti gangguan sistem serta mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Namun sampai saat ini pihak kepolisian masih bungkam, ada apa ??..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar